Dia bagaikan sang penunjuk jalanku yang terlihat absurd ditengah pencarian jatidiri sebagai seorang pelajar dirantau orang. Menjelaskan eksistensi 'pelajar' seideal menurutnya dan menurutku. Setidaknya cukup memberikan sedikit cahaya penerang akan masa depanku yang lebih baik dengan nasihat-nasihatnya.
Dia sungguh hadir dalam lingkup kehidupanku dengan segala teladan tanpa mengharap budi sedikitpun. Dia tempatku berbagi segala curhatanku akan duniaku saat ini sebagai seorang pelajar begitupun hal lain, mencontoh segala yang ada padanya yang menurutku itu adalah suatu yang ideal dan kuyakin itu adalah pilihan yang tepat bagi siapapun, objektif. Tapi lihatlah aku membalas itu dengan membiarkan perasaan ini mekar kepada 'gadis kecilnya' yang sebelumnya kuanggap itu adalah ' Cleopatra' abad ke-21.
Pilihanku tepat, dan sekali lagi kutetapkan pilihanku tepat. tak layak aku mengagumi apalagi lebih dari itu kepadanya, kepada cleopatra yang pudar seketika akibat perasaan mustahil untuk memilikinya. Maafkan aku yang tak tahu diri. Maafkan aku, perasaan kagum, terpesona atau entahlah itu muncul tak ternafikan bahkan sejak saat hanya melihatnya dibalik layar leptopku.
Sekarang ketika aku tahu dia boleh jadi tidak akan pernah menganggapku sebagai 'Caesar'nya
bahkan mustahil bagiku untuk menganggapnya lagi sebagai cleopatra yang kunanti itu, biarlah aku jatuh kebumi kembali sebagai pangeran Caesar yang mencari Cleopatranya.....
Dia sungguh hadir dalam lingkup kehidupanku dengan segala teladan tanpa mengharap budi sedikitpun. Dia tempatku berbagi segala curhatanku akan duniaku saat ini sebagai seorang pelajar begitupun hal lain, mencontoh segala yang ada padanya yang menurutku itu adalah suatu yang ideal dan kuyakin itu adalah pilihan yang tepat bagi siapapun, objektif. Tapi lihatlah aku membalas itu dengan membiarkan perasaan ini mekar kepada 'gadis kecilnya' yang sebelumnya kuanggap itu adalah ' Cleopatra' abad ke-21.
Pilihanku tepat, dan sekali lagi kutetapkan pilihanku tepat. tak layak aku mengagumi apalagi lebih dari itu kepadanya, kepada cleopatra yang pudar seketika akibat perasaan mustahil untuk memilikinya. Maafkan aku yang tak tahu diri. Maafkan aku, perasaan kagum, terpesona atau entahlah itu muncul tak ternafikan bahkan sejak saat hanya melihatnya dibalik layar leptopku.
Sekarang ketika aku tahu dia boleh jadi tidak akan pernah menganggapku sebagai 'Caesar'nya
bahkan mustahil bagiku untuk menganggapnya lagi sebagai cleopatra yang kunanti itu, biarlah aku jatuh kebumi kembali sebagai pangeran Caesar yang mencari Cleopatranya.....

